Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

18 July 2011

Seorang Muslimah Itu...



Seorang muslimah itu,
Yang lembut fitrah tercipta,
Halus kulit, manis tuturnya,
Lentur hati..telus wajahnya,
setelus rasa membisik jiwa,
di dalam matanya cahaya, dalamnya ada air,
sehangat cinta, sejernih suka, sedalam duka,

Seorang muslimah itu,
bisa seteguh Khadijah, yang suci hatinya,
Tabah dan tenang sikapnya,teman ar-Rasul,
Pengubat duka & lara..bijaksana ia,
Menyimpan ilmu, si teman berbicara,
Dialah Aishah, penyeri taman Rasulullah,
Dialah Hafsah,Penyimpan mashaf pertama kalamullah,

Seorang Muslimah itu,
Bisa setabah Maryam,
Meski dicaci dikeji,
itu hanya cerca manusia,
namun sucinya Allah memuji.
Seperti Fatimah kudusnya,
Meniti hidup seadanya
PUTERI Rasulullah..kesayangan ayahanda,
Suaminya si panglima agama,
Di belakangnya dialah pelita,
Cahaya penerang segenap rumahnya,
Ummi tersayang cucunda baginda..bisa dia segagah Nailah,
Dengan dua tangan tegar melindung khalifah,
Meski akhirnya memandi darah,
meski akhirnya khalifah rebah,
syahid menyahut panggilan ALLAH..


@ana terpanggil untuk berkongsi puisi indah ini...hayatilah moga ianya menjadi
pedoman hidup kita...puisi ini dideklamasikan oleh beliau sempena 
Perhimpunan Seribu Gadis

07 March 2011

Pengakuan Lelaki Terhadap Wanita





Kami sulit menahan pandangan mata kami
ketika melihat kalian, 
apalagi jika kalian diamanahkan Allah 
kecantikan dan postur yand ideal,
kami semakin susah untuk menolak agar tidak melihat kalian,
kerana itu lebarkanlah serta longgarkanlah pakaian kalian
dan tutupilah rambut hingga ke dada kalian dengan kerudung yang membentang.
Kami sulit menahan pendengaran kami
ketika berbicara dengan kalian,
apalagi jika kalian diamanahkan oleh Allah
suara yang merdu dengan irama yang mendayu
kerana itu tegaskanlah suara kalian
tatkala berbicara di berhadapan dengan kami
dan berbicaralah seperlunya sahaja.
Kami juga sulit menahan 
bayangan-bayangan hati kalian,
ketika kalian dapat menjadi
tempat untuk dicurahkan segala isi hati kami,
waktu luang kami kadangkala akan sering terisi
oleh bayangan-bayangan kalian,
kerana itu janganlah kalian membiarkan kami
menjadi curahan hati bagi kalia

Kami tahu kami insan lemah 

bila harus berhadapan dengan kalian,
kekerasan hati kami dengan mudah bisa luluh 
hanya dengan senyum kalian,
hati kami akan bergetar 
ketika mendengar dan melihat kalian menangis.

Sungguh ALLAH telah memberikan amanah terindah kepada kalian,

maka jagalah amanah itu
jangan sampai ALLAH murka dan memberikan keputusan-Nya.
Maha Besar dan Maha Suci Allah yang tahu
akan kelemahan hati kami ini,
hanya dengan ikatan yang suci dan yang diredhai-NYA,
kalian akan menjadi halal bagi kami.





"LAlu apa yang telah aku lakukan selama ini..YA Rabb, ampunilah daku.
Untuk setiap pandangan yang tak terjaga, 
untuk iman yang tak dipelihara,
lisan yang merayu dan hati yang tak terhijab,
Ya Rabb, Engkaulah mengawasi kami setiap detik,
kerana kasih sayangMu ya Allah kepada kami,
Engkau perintahkanlah malaikat silih berganti 
menemani kami siang dan malam
agar iman kami dapat dijaga...

Fitnah Wanita

seindah hiasan adalah wanita solehah

Titian dunia kususuri satu persatu,
Bertatih dalam kandungan ibu,
Menghibah dunia destinasi ku,
Manusia dan makhluk dunia teman hidup ku.
Usia menjangkau masa berlalu jua, Terasa usia ditelan dunia,
Ramuan suka duka menjadi santapan jiwa,
Pengalaman jiwa yang cukup bermakna.
Lahir membawa identiti rupa, Wanita menjadi ketentuan YANG MAHA ESA,
Dugaan datang meneroboh jiwa,
Satu persatu meruntun kalbu terasa.
Bait bicara cuba di jaga, Kerna diri membawa identiti rupa,
Mungkin ada khilaf terselit jua,
Hingga fitnah di tabur merata-rata.
Wanita dan diri ku sentiasa bersama,
Tidak terpisah selama-lamanya, Justeru, ku lestarikan warkah untuk semua,
Moga mampu mencuit rasa.
Saat jiwa direntap rakus, Mata berkaca jua menerus,
Terasa pandangan lurus,
Akal bermain kata tanpa terurus.


Wanita,
Pemakaian kalian bualan manusia,
Dicemuh merata perbandingan akal dunia,
Sikap dan pemakaian menjadi santapan nilaian manusia,
Tafsiran akal bermain kata,
Mulut mula membicara,
Hati mula meluah rasa,
Segala dibongkar menghina jua,
Sempurna ingin dilihat di mata,
Namun, ketahuilah manusia,
Khilaf diri itu pasti.


Wanita,
Fitnah diri senjata hati,
Membunuh jua wanita kini,
Namun, itu menjadi santapan kini,
Fitnah ditabur meruntun kalbu diri.


Wanita,
Diri mu dan diri ku satu.
Harus ku semai cinta bersama,
Cuba menjaga diri jua,
Dalam meniti bahtera dunia,
Ada khilaf diri terselit bersama.
Justeru, Ku jatuh berlabuh berlutut,
Memohon khilaf untuk semua,
Semua nya takkan sama lagi seperti biasa.
Mungkin yang terbaik
Perlu ku undur diri dari semua,
Meninggalkan kalian untuk selama-lamanya.
Namun, diri ku tetap memberi,
Walaupun dalam duka dan perit di hati,
Kerna untaian bicara sahabat sejati,
Menjadi pegangan di hati.
Lelaki dan wanita,
Sesama kita bergelar insan,
Punya mulut untuk berkata.
Justeru, ku mohon dari kalian semua,
Penghinaan diri lestarikan kepada Si Dia,
Bukan ditabur merata-rata.
Akhir tinta ku di sini.